Ngetik Sambil Merem, katanya

Ceritanya tempo hari ada mantan teman sekolah yang tiba-tiba minta tolong sesuatu. Mantan teman sekolah ini ngga pernah say hello atau nimbrung di grup sekolah kami. Agak kaget ketika dia tiba-tiba kirim pesan lewat WhatsApp dan say hello ditambah emoji ini ->  dan dia langsung minta tolong untuk menerjemahkan sesuatu. Pikirku, mungkin diminta tolong untuk menerjemahkan 1 atau 2 kalimat aja. Pas aku tanya dia untuk menerjemahkan apa? Dan langsung,  jebreeet! dia kirim banyak Screenshot dari sebuah artikel tentang kesehatan gigi (kayaknya). Langsung shock-lah, ndaa.. Aku bilang kalau aku ngga ada waktu banyak untuk menerjemahkan artikel Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia karna saat ini aku sedang banyak kerjaan. Ada orang yang minta aku untuk merubah gaya dan layout 4 website-nya dan aku dibayar. Yang aku ngga suka adalah, dia minta tolongnya sedikit maksa dan aku harus kasih hasil terjemahannya keesokan harinya! Gila apa? Dengan santainya dia bilang “cuma itu aja. Tak tunggu besok. Kamu sambil merem kan bisa ngetik”, WHAT?!. Aku tekankan lagi kalau itu artikel panjang dan sekarang aku jarang pakai Bahasa Inggris. Apa dia pikir aku dirumah hanya leyeh-leyeh? Disitu aku jadi geram dan pengen nyakar-nyakar aspal, rasanya!

Sebelum kamu minta tolong, sebaiknya kamu tanya dulu dengan yang bersangkutan apakah dia ada waktu, or setidaknya tanya kabar dulu. Minta tolong emang kayaknya gampang tapi tetep ada tata caranya, tho? Jangan maksa dan jangan memprioritaskan diri untuk segera dibantu. Kalau temanmu bilang, “ngga janji bisa bantu”, kamu harus mengerti dengan situasinya.

Aku ngga suka dengan tipe orang seperti ini. Yang mana ngga pernah menyapa tapi tiba-tiba minta tolong dan ngga kurang peduli dengan keadaan. Karna orang tipe seperti itu biasanya muncul ketika butuh tapi setelah dapat apa yang dia mau, dia akan ngilang lagi. Ingat ngga dengan mantan teman kerja yang tiba-tiba kirim pesan setelah beberapa tahun menghilang dan maksa titip barang? Sekarang udah ngga ada kabarnya lagi! Jadinya males, kan?

Kembali terjemahan tadi, sebenarnya dia bisa lho pakai Google Translator. Dia kan juga pakai smartphone? ada banyak aplikasi untuk menerjemahkan bahasa. Meskipun ada beberapa kosakata yang akan aneh kalau diterjemahkan pakai google translator atau aplikasi penerjemah bahasa tapi setidaknya dia akan ngerti maksud artikel yang dia ingin tahu artinya itu. Kalaupun aku mau bantu, aku juga akan tetap pakai translator karna aku sudah jarang pakai Bahasa Inggris dan dikepalaku sekarang sudah dipenuhi oleh kosakata-kosakata Bahasa Jerman. Otakku kadang blank ketika mau mengartikan Bahasa Jerman ke Bahasa Indonesia.

Okelah, sekarang mau masak untuk makan siang dulu karna anak-anak sebentar lagi pulang sekolah dan perutku juga sudah mulai keroncongan. Hari ini mau masak lasagna, yang simple aja pakai bumbu yang sudah jadi😌 Sambil dengerin playlist Zumba yang baru biar hafal musiknya ditelinga, untuk persiapan bikin choreo notes. Siangnya nanti kembali berkutak-kutik dengan kode CSS supaya ngga eror lagi. 

Sampai nanti ya! xoxo

Elvihttps://www.deutschindo.com/wp-content/uploads/2017/04/elvi.ttd_.png 

Subscribe and share
error

Leave a Reply

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)