Nge-date di Praha

Beberapa minggu yang lalu, suami dan aku menghabiskan akhir pekan di kota Praha, Republik Ceko. Sebenarnya rencana ini sudah ada sejak tahun lalu tapi karna banyak hal, trip berdua kita ini batal 2 kali yang memaksa kita untuk membatalkan pemesanan penginapan. Tentunya uang ngga kembali karna batas waktu pembatalan sudah melewati batas waktu yang ditentukan. Waktu itu anak kami yang pertama tiba-tiba deman berhari-hari, jadi tentu saja kami memilih untuk membatalkan perjalanan kami. Ternyata waktu menunggu yang lama dan menahan kesabaran untuk akhirnya pergi ke Praha berakhir dengan indah. Kami mendapatkan cuaca yang bagus banget! Musim gugur berasa seperti musim panas dan langit tidak berawan sama sekali selama kami menghabiskan akhir pekan disana. Biru, cerah, ngga berangin kencang – PERFECT!

Kami menghabiskan 2 malam 3 hari disana dan pergi menggunakan kendaraan pribadi. Jarak yang ditempuh dari rumah ke apartemen yang kami sewa sekitar 600km dan karna di Jerman jalan tol-nya ada yang bebas batas kecepatannya, waktu yang ditempuh kurang lebih 5J 30m perjalanan. Kenapa kami ngga memilih menggunakan transportasi udara, karna kami ingin lebih fleksibel dan nyantai.

Praha kota tua yang sangat cantik! Banyak bangunan tua yang masih terjaga dan juga banyak turis :)) Entah apakah waktu itu cuaca sedang bagus-bagusnya atau emang Praha sudah mulai padat turis, I don’t know. Yang pasti turis dari berbagai negara ada disana. Kebanyakan dari mereka datang berombongan dengan pembimbing tour, yang mana masing-masing dari para rombongan ini memakai headset yang terhubung dengan mikrofon pembimbing tour.

Kami sampai Praha sekitar pukul 17:30. Harusnya sampai sana lebih awal tapi karena macet di beberapa lokasi dan juga macet panjang ketika memasuki kota Praha, jadi waktu tiba ngga sesuai dengan rencana. Sesampainya di apartemen, kita beres-beres sebentar sambil ganti baju dan kemudian naik Tram ke alun-alun kota untuk makan malam. Awalnya bingung baca jadwal tram karna semua memakai bahasa Ceko. Tapi untung ada aplikasi Map di iPhone yang memiliki opsi transportasi kendaraan umum  yang bisa dipilih untuk menuju ke tempat tujuan, beserta nomor tram dan berapa banyak halte yang harus dilewati. Kayaknya di google map juga ada.  Tadinya aku beli dan bawa buku panduan travel ke Praha yang berisi peta juga. Ternyata aku ngga begitu membutuhkan peta di buku panduan itu. Aku hanya cari tahu lokasi wisata yang perlu kita kunjungi saja dan aku masukkan alamatnya ke peta di iPhone. So, anyway, setelah berhasil sampai ke pusat kota Praha yang penuh dengan turis, plus, di akhir pekan itu ada Signal Light Festival juga. Jadi, malam itupun penuh dengan orang-orang. Kita makan di restoran burger yang lumayan penuh pengunjung juga tapi untung kita dapat tempat untuk makan. Didalam restoran ada satu dinding yang ditempeli banyak mata uang berupa kertas dari berbagai negara, yang mungkin semacam kenang-kenangan dari pengunjung resto. Dan dari berbagai macam banyaknya mata uang yang tertempel disana, aku menemukan mata uang Indonesia sebesar 50k didinding itu!

Setelah makan lanjut jalan-jalan menelusuri  alun-alun kota Praha dimana ada Signal Light Festival juga. Pas lihat lebih dekat film pendek yang mereka putar digedung gereja tua, ternyata mereka membuat filmnya di Papua Barat, Indonesia!!! Untuk info lebih lanjut bisa baca disini .

Hari kedua kita memutuskan untuk jalan kaki dari apartemen ke kota tua Praha yang jaraknya ada 3 km! Tentunya sambil jalan, sambil berhenti dan melihat-lihat karna banyak obyek cantik disetiap sudut jalan yang kita lewati. Tapi tujuan pertama kita sebelum ke kota tua Praha adalah sarapan. Sebenarnya bisa sarapan di apartemen tapi kami agak malas :)) jadi, kita cari cafe untuk sarapan. Setelah sarapan, kita jalan menyelusuri pinggir sungai besar yang bernama Vltava. Orang Jerman menyebutnya sungai Moldau. Ini adalah sungai terbesar dan terpanjang yang mengalir ke tenggara di sepanjang hutan Bohemia dan ke utara melintasi Bohemia, yang akhirnya menyatu dengan sungai Elbe di Mĕlník. 

Sungai Vltava
Charles Bridge dari kejahuan yang penuh dengan orang

Tujuan kita ke kota tua adalah ke Charles Bridge, jembatan tua yang sangat terkenal di kota Praha. Ekspetasiku adala, ngga akan penuh orang diatas jembatan itu karna pengen foto ditengah-tengah jembatan dengan latar belakang gapura jembatan. Ternyata, kenyataannya adalah, dijembatan itu penuh dengan turis-turis dan juga pedagang souvenir dan juga para musisi jalanan. Pokoknya padet orang deh! Setelah melewati jembatan Charles, kita jalan lagi menuju ke Kastil Praha yang letaknya lumayan diatas bukit. Aku ngga tahu pasti ada berapa banyak tangga yang kita lewati menuju ke lokasi Kastil. Yang pasti, menggéh-menggéh tapi worth it

Katedral Saint Vitus didalam komplek Kastil Praha

Kompleks Kastil ini sangat besar. Untuk masuk ke Kastil kita tidak dipungut biaya tapi harus sabar ngantri panjang untuk masuk. Waktu itu kita hampir tidak ada niat untuk masuk ke Kastil karna antrinya itu puanjang buanget! Tapi akhirnya menjadi pendek dan kita memutuskan untuk ikut ngantri karna ngga perlu nunggu lama untuk ngantri masuk. Di Katedral juga gratis masuk tapi untuk masuk ke ruangan yang lainnya yang lebih ke dalam, kita harus beli karcis masuk. Dari atas kompleks kastil kita bisa melihat pemandangan kota Praha yang cantik, apalagi kalau cuaca sedang bagusnya. Untuk lebih tahu tentang Kastil Praha bisa baca artikel disini.

kota Malá Strana terlihat dari komplek Kastil Praha

Ini adalah pertama kalinya kita berdua ke Praha dan benar-benar tidak mengecewakan. Apartemen tempat kita menginap juga nyaman dan tenang. Meskipun agak jauh dari pusat kota, tapi lokasinya mudah terjangkau dan halte tram juga cuma berjarak 100m. Nanti aku akan ulas juga apartemen kita menginap. 

Banyak yang tanya kenapa pergi tanpa anak-anak? Bukannya mereka juga sedang libur sekolah? Well, kita memang berencana untuk pergi berdua aja dan anak-anak juga tidak keberatan karena mereka sudah terbiasa kami tinggal. Sekali-kali kita perlu kan pacaran lagi seperti dulu sebelum ada anak-anak?! 🙂 Supaya tidak “jenuh” dengan urusan rumah tangga. Selain itu bisa lebih mempererat dan me-refresh hubungan kita. Ya, tho? 😉 Tahun depan kita sudah ada rencana ingin ke Praha lagi karna anak sulung kami suka potret-potret bangunan tua dan pemandangan. 

Okay deh, blog selanjutnya review apartemen yang kita sewa di Praha yang benar-benar kita sukai, yang bisa dibaca disini.

xoxo,



Subscribe and share
error

Leave a Reply

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)