Pulang Kampung

Akhirnya setelah 2x gagal pulang kampung, tahun ini insya Alah bisa pulang kampung. Aturan karantina juga sudah dihapus dan yang udah 3x vaksin ngga perlu melakukan PCR test, ketika sampai di Jakarta. Beberapa teman dan kenalan orang Indonesia yang tinggal disini juga udah banyak yang pulang ke Indonesia.

Perasaan gembira akhirnya akan pulang kampung sudah tak terbendung. Begitu juga perasaan ngga sabar menunggu waktu itu akan tiba. 3 tahun ngga pulang ke Indonesia adalah waktu terlama karna bisanya setahun sekali bisa pulang. Kadang bisa mendadak melow kalau memikirkan hal ini. Apalagi kemarin pas Idul Fitri, aku sedih banget ngga bisa merayakan bersama keluarga di Indonesia. Rencana awal adalah aku akan pulang awal bulan Mei dan ikut lebaran disana. Bapak dan salah satu sahabatku juga ulang tahun di bulan Mei. Jadi, kecewa rasanya kalau rencana ngga berjalan sesuai harapan. Masih kesel dan bete karna tiket pulang untuk tahun 2020 harus hangus dan kembali ngga full (of course). Awalnya mereka kasih gratis untuk merubah jadwal tiket selama setahun. Persisnya sampai akhir tahun 2021. Setelah itu aku harus memilih opsi untuk terbang sampai tgl 31 Desember atau membatalkan dan mendapatkan uang kembali tapi ngga full, tentunya. Karna bulan Desember 2021 jumlah kasus corona masih tinggi dan aku ngga mau ambil resiko, akhirnya aku memutuskan untuk membatalkan tiket dan menerima uang tiket yang ngga full. Aku beli tiket seharga 740 Euro dan uang yang kembali adalah 108 Euro (hiks).

Setelah dapat kabar bagus soal pelonggaran aturan karantina di Indonesia, aku cari tiket untuk pulang di bulan Mei tapi harga tiket di semua penerbangan naik sampai 1000 Euro. Cari tiket untuk Summer harga masih mahal juga (sigh).  Akhirnya aku cari tiket pulang untuk bulan November/Oktober, yaitu pas anak-anak libur musim gugur dan dapat harga tiket yang murah (Yay!).  Ngga apa-apa harus nunggu beberapa bulan lagi, yang penting bisa pulang kampung (hehe).

Ngga henti-hentinya aku berdoa supaya situasi pandemi ngga akan parah pas pulang kampug (finger crossed). Karna dari 2 tahun berturut-turut, kasus corona akan naik tinggi di musim gugur. Ah, semoga itu ngga akan terjadi karna udah banyak yang di vaksin juga. Memang, orang masih bisa terkena covid meskipun udah di vaksin. Tapi banyak kasus dimana yang udah di vaksin/booster, gejalanya ngga separah orang yang belum di vaksin. Anyway, kayaknya aku harus positive thingking aja.

Segitu dulu deh curhatan malam ini. Sampai ketemu di postingan berikutnya. Tetap jaga prokes dan stay safe yah!

xoxo

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2022 Elvi Luebkemann

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)