Jadi Istri Bule Harus Dandan Cetar

Disclosure: This post contains affiliate links. If you click on one of them, and make a purchase I’ll receive a commission

Dulu awal-awal nikah dengan suami ada yang pernah bilang ke aku, kalau jadi istri bule penampilan harus dirubah. Harus lebih keren dan cetar (istilah jaman sekarang). Aku cuma, “oh gitu ya?”. Tapi aku pribadi tipenya dandan pada tempatnya. Artinya, dandan ‘cetar’ ketika pergi ke acara-acara pesta besar. Masa mau pergi arisan harus pake high heels dan gaun pesta? Lha nanti malah dikira aku ini pengiring orgen solo di acara nikahan, tho?

Dikira Babysitter

Dulu pernah beberapa kali pergi dengan seorang teman yang dandannya lebih cetar, sedangakan aku casual dengan minim make up. Karna mau ke mall aja kan?. Saat itu anak kami yang pertama masih bayi dan waktu jalan-jalan, temanku ketemu sama temannya trus diperkenalkanlah aku sama temannya. Eh, si mbak’e bilang ke temanku gini: “Itu anak kamu ya?”. Dalam hatiku, ‘eee lha dalah, aku dikira babysitternya?!’. Untung aku ngga langsung tiba nggesut dan pingsan. Ora opo-opo. Ya beginilah salah satu resiko jadi istri bule yang penampilannya kurang cetar seperti aku.

Dari Ujung Rambut Sampai Ujung Kaki

Sudah sering diperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki ketika jalan sama suami. Belum lagi kalau ditambah jalan-jalannya sama anak-anak. Yang pertama dilihat anaknya dulu, dipuji-puji trus liatin aku dari atas sampai bawah. Pasti mereka pikir, istri bule kok penampilannya biasa ya?. Lha nanti kalau cerita ini ke orang, orang-orang malah bilang gini: “Makanya dandan! Istri bule kok dandan minim”,  “Bawa tas brand mahal”, “Pake baju jangan yang biasa-biasa aja!”.

Hadeeeh..ngelu, nda!. Lha wong artis holiwud yang tenar dan super kaya aja ngga dandan heboh. Atau istrinya mas Mark Zuckerberg aja malah lebih polos dandannya. Piye jal?. Nanti kalau aku nenteng tas LV ato Kremes, eh, Hérmes dan jalan ke mall-mall malah dikira itu tas KW. Lagian di Jerman juga ngga ada yang heboh kalau kita nenteng tas ber-merk mahal. Karna disini ngga begitu mementingkan penampilan. Bagi mereka itu hal yang biasa aja.

Bukannya ngga mampu beli tas mahal atau penampilan biasa-biasa aja, tapi prioritas orang itu beda-beda. Ada yang lebih memprioritaskan untuk tampil seperti mbak-mbak’e di majalah Vogue meskipun stylenya jadi tabrakan sama pribadinya, ada yang lebih memprioritaskan untuk menambah wawasan dengan jalan-jalan, ada juga yang lebih memprioritaskan kepuasan rohaninya, ada juga yang lebih memprioritaskan beramal, dll. Itu semua pilihan masing-masing yang membuat mereka senang. Tapi Never judge a book by its cover because you think you’re better than them! Ngga perlu menilai seseorang dari penampilanya hanya karena kamu merasa lebih baik dari mereka.

Jadi istri bule ngga perlu ngikutin stereotype wanita Indonesia yang menikah dengan bule. Jadi diri kamu sendiri. Ngga usah merubah penampilan supaya disanjung sana-sini. Nanti malah stress sendiri karna harus ngikutin kata orang dan ngga punya jati diri.  Be original!

Yang penting adalah, nikmati hidup, banyak tertawa tapi jangan kebablasan, syukuri apa yang ada dan jangan terlalu serius karna hidup itu udah berat. Biar Dilan aja yang nanggung (halah!).

Salam Live, Love, Laugh! xoxo

foot note:

*¹ tiba nggesut itu istilah dari jawa (Semarang khususnya) yang kalau diartikan sama dengan gedubraks

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)