Disclosure: This post contains affiliate links. If you click on one of them, and make a purchase I’ll receive a commission

Awalnya agak aneh kenapa orang Jerman suka buat janji untuk ketemuan jauh-jauh hari atau menyebarkan undangan nikah, ulang tahun, reuni atau perayaan-perayaan lainnya jauh-jauh hari. Mending sebulan sebelum hari H, ini bisa 3 bahkan 4 bulan sebelum hari H, mereka sudah menyebarkan undangan. Kenapa bisa seperti itu?

Karna selain memberi pesan untuk save a date yang wajib kita tulis dikalender janji atau buku agenda,  alasannya adalah supaya yang diundang bisa datang semua ke acara dia. Kalau misalnya kita punya acara ulang tahun dan ingin mengundang teman-teman tapi mendadak, seminggu sebelum hari H (misalnya), pasti banyak yang ngga bisa datang kan? Karna sudah pasti beberapa teman-teman sudah punya acara sendiri atau sudah diundang ke acara lainnya. Contohnya, jika nanti ada undangan pesta dari teman B dan bersamaan dengan undangan pesta dari teman A yang sudah mengundang kita duluan, kita bisa langsung bilang ke teman si B kalau kita berhalangan hadir karna kita sudah dapat punya acara lain (undangan dari teman A, tapi ngga perlu disebutkan juga).  Oleh karena itu banyak orang Jerman (dan mungkin orang Eropa lainnya) yang selalu menyebar undangan 3 atau 4 bulan sebelum hari H-nya. Tidak hanya itu, diundangan juga dicantumkan batas tanggal kapan mereka harus memberi kabar datang atau tidaknya mereka ke acara pesta kepada si pembuat acara tersebut. Biasanya 2 minggu sebelum hari H, tamu undangan sudah harus memberi kabar. Alasannya adalah karna untuk mengatur sebuah pesta itu pasti membutuhkan banyak hal yang harus benar-benar diatur. Dari biaya sewa gedung, jumlah meja dan kursi, perhitungan makanan /orang berapa dll. Ini berlaku juga untuk acara-acara kecil seperti, makan-makan, reuni kecil dirumah atau bahkan arisan :D. Acara kecil kan juga butuh suatu perencanaan, yes? 

Trus pertanyaannya apakah bisa cara ini diterapkan di Indonesia? hhmm..yadak¹ . Karena tidak semua orang Indonesia mengerti betapa pentingnya membuat janji jauh-jauh hari. Masih banyak yang tiba-tiba membatalkan janji di hari H, kan? Alasannya semua hampir sama, “sorry, aku ngga bisa datang karna ada acara keluarga mendadak” . Kalau salah satu keluarga terkena musibah, pasti bisa dimengerti ya. Tapi seringnya mereka ini selalu memakai alasan ada acara keluarga mendadak, yang mana ngga jelas juga acara keluarga apa. Karna alasan ini sudah sering sekali aku dengar. Mungkin karena di Indonesia rasa sungkan/tidak enak untuk jujur tidak ingin atau malas menghadiri sebuah acara itu masih ada. Jadi mereka sering sekali menggunakan alasan keluarga ini. Tahu sendiri kan, di Indonesia urusan keluarga adalah urusan  nomor satu. Hanya saja perihal memberi tahu ketidakhadiran di hari H atau H-1 itu adalah hal yang masih sepele dan wajar buat mereka, tanpa berpikir bahwa ini merugikan yang punya acara karena perencanaan acara yang aku sudah tulis diatas tadi itu. Padahal sudah dicantumkan batas tanggal untuk kasih kabar, masih ada saja yang menyepelekan, kan? Misalnya, yang punya acara sudah memesan jumlah makanan dan tempat untuk 10 orang, eh, yang tiba-tiba ngga jadi datang ada 3 orang. Angka 3 itu mungkin kecil tapi Itu sudah rugi lho (dari pengalaman pribadi, soalnya).

Event do not just happen, but arrive by appointment.

Maka dari itulah, pentingnya mempunyai buku agenda janji atau kalender janji yang dipajang di dapur seperti orang Jerman kebanyakan atau bisa dipajang dimeja kerja/belajar. Dengan begitu kita akan selalu tahu kapan kita akan/bisa menghadiri suatu acara dan kapan kita punya waktu luang.  Tapi, masih banyak orang Indonesia yang menghargai sebuah undangan kok. Jadi mengundang teman dan sodara jauh-jauh hari (3 bulan sebelumnya) bisa lah diterapkan di Indonesia. Asal undangannya jangan cuma diletakkan di meja saja dan ngga ditulis dikalender, ya? Bisa jadi, kamu akan lupa dengan undangan tadi karna sudah ketumpukan buku-buku atau kertas lainnya 😉

Okay, kita mau menghadiri acara ultah nih. Sampai ketemu di blog selanjutnya dan selamat berakhir pekan!

xoxo

*footnote:

¹ yadak adalah gabungan dari kata “iya” dan “tidak”. Istilahku untuk menggambarkan situasi yang mana bisa iya tapi juga bisa tidak. Terinspirasi dari orang Jerman yang kadang bilang “Jain”, gabungan dari kata Ja (iya) dan Nein (tidak). 😀