Disclosure: This post contains affiliate links. If you click on one of them, and make a purchase I’ll receive a commission
Kebanyakan orang Jerman merayakan pernikahan timah mereka (10 tahun). Kami lebih memilih untuk pergi berdua untuk merayakan ulang tahun pernikaha kami dan suami memilih kota Dublin, Irlandia tanggal 11-13 November kemarin. Lebih murah pergi berdua dari pada merayakannya sih, kalau menurut saya
Dublin kota yang unik, menarik dan cantik. Sayangnya kita hanya punya waktu 1,5 hari untuk jalan-jalan di kota Dublin, karena kita hanya 2 malam disana.

Hari pertama kita hanya keluar makan dan menikmati bir guiness di Temple Bar (daerah yang cukup populer bagi turis-turis).
Hari kedua kami mengunjungi Guiness Storehouse. Museum tentang sejarah bir Guiness yang umurnya lebih dari 250 tahun. Museum ini terdiri dari tujuh lantai. Lantai dasar memperkenalkan 4 bahan bir (air, jelai, hop dan ragi) dan pendiri brewery, Arthur Guinness. Lantai lain menampilkan sejarah iklan-iklan Guinness dan juga “tasting room”. Di ruangan ini kita diperkenalkan bagaimana cara minum/menikmati bir guiness yang benar. Di lantai 7 ada Gravity Bar dengan pemandangan kota Dublin dan pengunjung juga dapat minum 1 pint Guinness gratis.
Selesai tour di museum ini, kami pergi ke Trinity College untuk melihat “Book of Kells exhibition” di perpustakaan tertua di kota Dublin. Mulut saya menganga, mata melotot karna takjub ketika memasuki ruangan “Long Room”. Ah-ma-zing banget! Serasa di film Harry Potter. Bau buku-buku tua kerasa banget. Ini, “Must Visit” bagi kalian pecinta buku ataupun bukan.
Setelah Trinity, lanjut jalan-jalan ke kota lagi sampai malam dan sampai jari-jari kaki kerinting
Hari ketiga pulang dan kembali memeluk anak-anak lagi‍‍‍
 
 
Produk terkait