source: Pinterest

Ibu-ibu yang sedang mengalami kontraksi dan akan melahirkan biasanya akan kebingungan dan panik. Bahkan seiisi rumah ikut bingung, sampai terkadang lupa dengan keperluan apa yang harusnya mereka bawa ke rumah sakit bersalin (RSB). Aku pernah baca di buku panduan ibu dan anak hadiah dari suami ketika aku hamil anak pertama, bahwa seharusnya kita mempersiapkan pertolongan pertama persalinan dengan baik – ketika usia kandungan masuk ke umur 7 bulan. Di kehamilan kedua anak-anak kami, aku selalu mempersiapkan keperluan persalinan dan menginap di RSB. Ternyata memang sangat praktis dan meringankan, khususnya untuk suami. Karena semua yang dibutuhkan sudah siap di koper/tas dan sudah disimpan di bagasi mobil juga.

Apa saja yang aku siapkan untuk persalinan dan menginap di RSB?

  • Bantal tambahan
  • iPod + charger (atau MP3 player lainnya. Kalau bisa jangan HP karna nanti bukan menyalakan musik, melainkan buka medsos yang bikin tambah jantungan 😀 )
  • Sepasang kaos kaki yang agak tebal (jaga-jaga ruangan kamar dingin)
  • 1 box tissue besar
  • lip balm
  • 1 botol spray, diisi dengan air dingin
  • minuman (air mineral, dll) dan makanan kecil (snacks)
  • 1 pasang baju untuk pulang ke rumah
  • peralatan mandi (sikat gigi, pasta gigi, dll – Beli baru dan pasta gigi beli yang kecil saja)
  • peralatan dandan (bedak, lotion, minyak wangi, dll)
  • 1 pasang baju ganti dan 1 pasang baju untuk pulang ke rumah
  • sandal rumah
Untuk suamiku:
  • baju ganti
  • peralatan mandi (siapa tahu dia boleh menginap)
  • minum dan snacks
  • tissue basah untuk menyegarkan muka dan membersihkan tangan
  • nomor-nomor telepon keluarga dan teman-teman dekat untuk memberi tahu berita bagus 🙂
  • kamera dan video cam

Daftar diatas dimasukkan ke dalam 1 tas besar/koper dan simpan langsung di dalam bagasi mobil. Kalau tidak ada mobil, siapkan saja di dalam kamar. Jadi kalau sudah waktunya, tinggal ambil saja.

Anak kedua kami lahir di Jerman dan kalau check up ke dokter kandungan tidak pernah minta bantuan suami untuk antar. Karena aku sudah punya SIM EU dan bisa berangkat sendiri. Waktu aku sedang check up di usia kandungan 9 bulan, tentunya aku sudah mempersiapkan semuanya di tas besar dan sudah ada di bagasi mobilku. Tiba-tiba pas mereka check detak jantung bayi, aku merasa seperti mau pingsan. Aku langsung gedor-gedor tembok (karna disuruh mereka kalau terjadi apa-apa) dan mereka langsung datang. Aku bilang keluhanku dan dokterku langsung panggil ambulans. Disaat perjalanan ke RSB, aku sudah merasa mendingan dan udah tidak pusing lagi. Para dokter yang ada diambulans mencoba menenangkan aku sambil pasang transfusi darah. “Sebenarnya aku sudah tidak apa-apa, sih”, kataku. Tapi mereka tetap membawaku ke RSB.

Ketika usia kandunganku 6 bulan, aku sudah harus menentukan RSB mana yang aku pilih untuk persalinan dan langsung mendaftarkan diri. Dan RSB yang aku pilih juga mengundang para ibu hamil yang sudah mendaftar untuk datang ke RSB untuk perkenalan dengan suster-suster, dokter dan juga ruangan-ruangan yang ada disana. Segala informasi untuk persalinan kita dapat dari mereka.

Jadi ketika aku datang dengan ambulans, paramedics hanya memberi tahu nama lengkapku siapa, sambil memberikan buku kehamilan dari dokter kandunganku beserta surat pengantarnya dan mereka tinggal buka arsip saja di komputer mereka. Selesai. Tidak perlu daftar lagi karena sudah mendaftarkan diri sebelumnya beserta dengan cara persalinan yang bagaimana yang aku pilih. Setelah aku tiba diruangan, aku telpon suamiku untuk mengambil tas persiapan persalinan di mobilku dan minta dia untuk ambil mobilku sekalian karena masih parkir di dokter kandunganku. Kebetulan suami yang simpan kunci serep mobilku.

Kalau kita punya persiapan seperti ini, semuanya akan mudah untuk kita dan pasangan kita. Karna suami tidak perlu bingung-bingung mau bawa apa, tinggal nenteng tas aja. Meringankan kita karna kita tidak perlu bilang ke orang rumah untuk bawa apa saja ketika sedang kontraksi.

Semoga tips ini bermanfaat buat kalian para calon ibu 🙂

xoxo