Indonesia,  Jerman,  Random,  Tips & Tricks

Anak-anak dwibahasa

Aku dan suamiku mempunyai bahasa ibu yang berbeda. Bahasa ibuku adalah Bahasa Jawa tetapi Bahasa Indonesia aku gunakan untuk bahasa keseharianku dengan anak-anak, sedangkan bahasa ibu suami adalah Bahasa Jerman. Tetapi karena kami tinggal di Jerman, otomatis anak-anak lebih sering menggunakan Bahasa Jerman ketimbang Bahasa Indonesia. Dan itu sangat wajar karena lingkungan tempat tinggal sangat memperngaruhi, apalagi sekarang mereka sudah sekolah. Dulu ketika mereka masih balita, mereka lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia denganku karena sehari-sehari hanya denganku. Tapi ketika mereka masuk ke Taman Kanak-kanak (TK), penggunaan Bahasa Indonesia mereka berkurang. Mereka mengerti apa yang aku ucapkan tapi mereka akan menjawabnya dengan Bahasa Jerman. Tidak masalah, pikirku, yang penting mereka mengerti apa yang aku maksud.

Aku selalu berusaha untuk konsisten menggunakan Bahasa Indonesia ke anak-anak supaya mereka bisa berkomunikasi dengan Mbah Kung (baca: kakek) dan sodara mereka lainnya di Indonesia. Memang tidak mudah dan kadang-kadang aku keceplosan menggunakan Bahasa Jerman, kalau tiba-tiba otakku blank kosakata Bahasa Indonesia. Tetapi ketika kami pulang ke Indonesia, anak-anak cepat sekali menangkap percakapan dalam Bahasa Indonesia dan cepat juga dalam pengucapannya. Aku rasa, itu karena otak mereka sudah menyimpan kosakata-kosakata yang aku ucapkan dirumah.

Jadi bagaimana sih supaya anak-anak yang besar di keluarga dwibahasa bisa belajar bahasa dari kedua orang tua mereka? Berikut ada beberapa tips dan informasi bagi kalian para orang tua dengan latar belakang beda budaya atau orang tua dengan latar belakang budaya yang sama tapi tinggal diluar negeri. Disini aku akan menggunakan Bahasa Jerman sebagai salah satu contoh bahasa asing

  • Satu orang, satu bahasa

Artinya, jika ayah dan ibu mempunyai bahasa ibu yang berbeda, ayah dan ibu akan bicara menggunakan bahasa mereka masing-masing untuk berkomunikasi dengan anak-anak. Dengan begitu anak-anak akan tahu bahwa ibu bicara menggunakan bahasa A dan ayah menggunakan bahasa B, dan disaat makan malam “Kita akan bicara dengan bahasa A atau B..”.

Misalnya, aku bicara ke anak-anak dengan Bahasa Indonesia dan suami bicara dengan Bahasa Jerman. Tidak masalah jika mereka lebih menggunakan Bahasa Jerman ketika menjawabku ketimbang Bahasa Indonesia. Yang penting bagiku adalah mereka mengerti apa yang aku maksud.

  •  Taman Kanak-kanak adalah tempat belajar yang bagus

Anak-anak akan belajar Bahasa Jerman di TK dan juga belajar banyak hal penting lainnya yang bisa membantu perkembangan bahasa untuk di sekolah nanti. Oleh karena itu TK adalah tempat belajar yang bagus. Anak-anak yang sudah sejak dini (umur 3 tahun, contohnya) masuk TK akan punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri dan belajar Bahasa Jerman sebelum masuk Sekolah Dasar (SD). Melalui permainan, sajak, percakapan, buku gambar, musik dan dongeng, guru-guru TK mengajarkan Bahasa Jerman ke anak-anak TKnya. Mungkin, anak-anak akan merasa tidak percaya diri di hari-hari pertama di TK dan lebih suka mencari teman lain yang bicara dengan bahasa yang sama, karena mereka belum lancar Bahasa Jerman. Itu normal karna mereka sedang dalam tahap penyesuain diri dan nanti seteleh mereka merasa nyaman dan percaya diri dengan Bahasa Jerman, mereka akan cepat menemukan teman-teman dari Jerman.

  • Bahasa Indonesia atau Bahasa Jerman?

Dulu dan kadang sampai sekarangpun, banyak yang orang yang memberi saran supaya kita (orang tua non-Jerman) untuk bicara menggunakan Bahasa Jerman ke anak-anak. Supaya mereka nantinya tidak mempunyai kesulitan ketika mereka memasuki bangku sekolah. Sebenarnya saran ini tidak bagus…

With your own child, you should use use the language which comes naturally to you, the language which you speak best – and that is usually your native language.

Jadi, bicaralah dengan bahasa yang secara spontan dan natural kalian bisa ucapkan dan yang kalian paling mengerti – dan bahasa itu adalah bahasa ibu. Dalam bahasa ibu kita, pastinya kita sangat mengenal betul pola bahasa dan kosa kata, dari pada bahasa Jerman. Ini sangat penting untuk anak-anak kita karna dengan dasar seperti itu akan memudahkan anak-anak untuk belajar Bahasa Jerman. Untuk mereka menguasai satu bahasa, mereka akan membutuhkan waktu yang panjang – begitu juga untuk menguasai bahasa lainnya.

Ada waktunya anak-anak hanya ingin bicara Bahasa Jerman dirumah, dan akan menjawab semua pertanyaan dengan Bahasa Jerman juga. Meskipun kedua orang tua mereka bukan orang Jerman. Sekali lagi, ini sangat wajar kok. Tidak perlu kawatir jika anak kita mungkin akan lupa dengan Bahasa Indonesia mereka. Yang penting,  kita selalu  konsisten untuk bicara Bahasa Indonesia ke anak-anak dan kalau mereka mendengar bahasa Indonesia dari orang lain juga, akan ada saatnya anak-anak akan menggunakan Bahasa Indonesia kembali.

  • Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu anak-anak?

Keluarga punya peran penting untuk perkembangan bahasa, karena anak-anak belajar bahasa pertama mereka di dalam lingkungan keluarga. Kalau anak-anak merasa nyaman dengan bahasa pertama mereka dan punya kesempatan untuk menggunakannya sesering mungkin, maka akan memudahkan mereka untuk belajar Bahasa Jerman dan belajar di sekolah juga akan mudah. Jadi, apa saja yang bisa kita lakukan untuk membantu perkembangan bahasa mereka?

Bicara dan menceritakan sebuah cerita

Kita tidak bisa melatih bahasa; bahasa berkembang di keseharian anak-anak – misalnya, ketika mereka mendengar dari anak lain dan ketika mereka bicara sendiri; bahasa akan berkembang ketika mereka sedang bermain atau ketika mereka sedang melihat buku bergambar; bahasa berkembang ketika sedang makan bersama atau sedang bicara dengan orang-orang yang anak sukai. Percakapan sehari-hari dengan anak-anak sangat penting: ceritakan kepada mereka tentang pekerjaan kalian, tentang kakek nenek mereka, atau tentang hal kecil yang terjadi hari itu. dan ketika mereka menunggu kalian sedang memasak, ceritakan kepada mereka apa saja yang anda masak/apa yang ada di dalam panci masak. Dengarkan pertanyaan-pertanyaan mereka, apa yang mereka ceritakan tentang harinya, tentang apa yang membuat mereka jengkel atau bahagia di TK, dll. Karena dengan bercerita, anak-anak akan belajar mengutarakan ceritanya dengan kosakata atau ungkapan mereka sendiri. Anak-anak akan belajar dengan baik kalau mereka merasa nyaman dan bukan ketika mereka merasa takut untuk membuat kesalahan pola bahasa. Kadang-kadang anak-anak suka menggunakan bahasa imajinasi mereka, bermain-main dengan bahasa mereka dan itu sangat bagus untuk perkembangan bahasa. Akan tidak bagsu dampaknya, jika kita selalu mengoreksi kosakata atau pola bahasa mereka, karna mereka akan kehilangan minatnya untuk bicara dan bercerita.

Ada banyak aktifitas, dimana anak-anak bisa banyak belajar dan kemampuan bahasa merea berkembang dengan baik, yaitu: membaca buku dongeng, menceritakan sebuah dongeng, melihat buku bergambar, bicara berirama dan bernyanyi.

Temani anak melihat buku bergambar

Menemani anak melihat buku bergambar bersama dan tiap hari akan sangat membantu perkembangan bahasa. Menurut penelitian, dengan kita menemani anak melihat buku bergambar, menceritakan gambar-gambar didalam buku dengan bahasa kita sendiri, sangat membantu. Selain itu anak-anak akan belajar banyak hal dari bahasa yang kita gunakan.

Penting untuk diingat ketika kita melihat buku bergambar bersama,

◊ bahwa kita dan anak-anak bisa menikmati waktu disaat melihat buku bergambar bersama-sama. Jangan banyak bertanya karna itu akan membuat anak merasa bosan.

◊ bahwa anak-anak boleh bercerita sebanyak mereka mau tentang gambar dibuku dan ceritanya – menurut mereka masing-masing.

Kalau misalnya dirumah tidak ada buku bergambar dalam Bahasa Indonesia dan tidak bisa pinjam juga, ada banyak cara untuk tetap melihat buku bergambar dalam Bahasa Indonesia: Ada banyak buku Jeman yang hampir atau bahkan tidak ada kalimatnya sama sekali. Kalian bisa pinjam di perpustakaan atau di TK (tanya gurunya dulu). Dengan begitu, kalian akan tetap bisa melihat buku bergambar dalam Bahasa Indonesia dirumah bersama anak-anak. Atau, kalian juga bisa berkreasi sendiri dengan membuat cerita sendiri bersama dengan anak. Di Jerman sudah mulai ada beberapa buku dalam dwibahasa dan kalau Bahasa Jerman kita sudah bagus, kita bisa gantian membacakan sebuah dongeng dengan Bahasa Jerman, lalu di lain waktu menggunakan Bahasa Indonesia. Tapi terkadang anak-anak itu punya buku kesayangan dan maunya minta dibacakan buku dongeng itu berkali-kali. Tidak apa-apa, karna mereka nyaman dengan Bahasa.

Menceritakan dongeng sebelum tidur

Siapa yang tidak suka dongeng? Hampir semua anak-anak pasti suka dongeng. Kalau anak sering mendengar cerita dongeng dari ayah atau ibunya atau mungkin dari paman dan tante, maka kemajuan bahasa mereka akan selalu berkembang dan mereka akan mengerti jalan cerita dari dongeng tersebut. Selain itu, ini akan membantu anak-anak menceritakan sebuah dongeng juga. Tidak ada batasan dalam menceritakan dongen sebelum tidur; kita bisa menceritakan dongeng sebelum tidur dimasa kecil kita dulu – cerita dongeng apa saja, pokoknya yang bisa dinikmati ceritanya bersama anak-anak.

Selain cerita dongeng sebelum tidur, ada juga lagu nina bobo yang liriknya berirama.

Menonton TV saja tidak cukup

Ketika anak-anak sedang menonton TV, mereka lebih memperhatikan gambar ketimbang perkataan. Dan, kebanyakan mereka hanya diam saja tanpa ada komunikasi. Oleh karena itu TV bukan object yang bagus untuk anak belajar bahasa. Anak-anak akan banyak belajar bahasa ketika mereka mendengarkan sebuah dongeng dari kaset (sekarang lebih banyak CD ya) atau langsung dari orang tua.

⇒ Anak-anak membutuhkan role models (panutan)

Orang tua adalah panutan untuk anak-anak. Sebagian anak memperhatikan bagaimana kita belajar Bahasa Jerman. Misalnya, orang tua akan bertanya kepada anak-anak tentang kalimat atau kata-kata dalam Bahasa Jerman, atau mungkin orang tua juga sendang mengambil kursus Bahasa Jerman. Hal ini sangat membantu mereka karena ini akan membuat mereka bangga dan keinginan mereka untuk belajar Bahasa Jerman juga akan lebih besar. Selain itu anak-anak akan mengerti kenapa kita bangga dengan Bahasa Indonesia dan ingin selalu mempertahankan, dan mereka juga akan mengerti kenapa dwibahasa itu ternyata sangat bagus.

Language is a treasure…  

Anak-anak yang tumbuh besar dengan 2 bahasa dan nanti mampu menggunakannya adalah sebuah harta, yang nantinya akan membantu mereka di masa depan. Tidak akan ada yang bisa mengambil harta berharga ini 🙂

Semoga tips dan informasi ini setidaknya bisa membantu kalian untuk tetap semangat dan konsisten menggunakan Bahasa Indonesia kepada anak-anak ya.

xoxo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)