Ketika aku hamil anak kedua, berat badanku naiknya ngga tanggung-tanggung dan setelah melahirkan aku ingin sekali menurunkan berat badan seperti dulu lagi dengan olah raga. Sempat mikir olah raga mana yang bagus? Yang kira-kira bisa menurunkan berat badan dengan cepat? Aku juga nggak suka aerobic, karna bagiku terlalu monoton: musik dan gerakannya. Aku ingin sesuatu yang lain, yang fresh dan yang aku suka (terpenting).  Karena masih dalam pencarian olah raga yang cocok bagi aku, aku coba pilates. Tetapi ternyata itu bukan olah raga buatku. Aku ngga merasa “greget” gitu, ngga merasa excited untuk menuunggu kelas pilates minggu depan dan aku ngga ada feeling-nya. Jadi kelas pilates belum selesai 10x, aku sudah berhenti.

Ketika kami diundang diacara ulang tahun temanku di kota Hamburg, aku berkenalan dengan orang Indonesia yang dari kota yang sama juga; Semarang. Kita ngobrol-ngobrol dan akhirnya berteman di Facebook juga. Ketika lihat postingan Indri (orang Indonesia yang dikenalkan ke aku tadi) tentang Zumba Fitness, pikirku, sepertinya kok sepertinya asik ya? dan bertanya-tanya sendiri apa itu Zumba Fitness. Akhirnya aku tanya ke dia dan dia bilang untuk cari tahu dari YouTube atau buka website Zumba aja. Setelah melihat-lihat video-video Zumba dan membaca informasinya, aku yang “Ini nih! ini yang cocok buat aku!” . Kemudian aku buka website Zumba dan cari kelas Zumba terdekatku, tapi ternyata ngga ada. Sampai akhirnya pesan DVD Zumba untuk dicoba di rumah hanya saja kalau olah raga dirumah sendirian itu kurang asik. Suatu saat pas baca koran ada iklan tentang kelas Zumba di kota lain, yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Kira-kira ada 16 km dan memakan waktu hampir 23 menit untuk nyetir kesana, tapi bagiku sih ngga masalah karena aku emang udah niat untuk ikut kelas Zumba. Apa yang aku rasakan disaat mengikuti Zumba adalah: fun, fun, fun and fun! Pokoknya kaya party deh. Atmosfir dikelas juga menyenangkan, peserta/murid Zumba yang lainnya juga semua ramah-ramah dan instrukturnya juga keren. Dia dari Peru dan sudah lama tinggal di Jerman. Gerakan dia juga bagus dan enerjik.

Setelah ikut kelas Zumba, aku merasa kalau badanku terasa lebih ringan, terutama didaerah pundak. Naik sepeda, naik turun tangga dan jalan kaki juga rasanya terasa ringan dan tenanga juga jadi semakin kuat. Tentunya berat badanku juga ikut menurun (yeyy!!). Ada 1 tahun aku ikut kelas Zumba , seminggu sekali dan rutin datang. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk jadi instruktur Zumba Fitness sendiri di kota tempat tinggalku disini, karena disini belum ada kelas Zumba. Akhirnya kembali cek website Zumba dan cari tahu training Basic B1 (Nama training untuk instruktur baru) dan adanya waktu itu di kota Dortmund, jaraknya 239 km, 2 jam 40 menit nyetir dari rumah. Ngga pakai pikir panjang, aku langsung mendaftarkan diri untuk ikut trainingnya dan bener lho, aku ngga nyesel sudah memutuskan untuk jadi instruktur di kota aku tinggal disini. Karena kalau dibanding dengan 5 tahun yang lalu, instrukturnya hanya masih ada aku dan sekarang sudah banyak instruktur dan kelas Zumba disini. Pasti ikut senang dong karena Zumba jadi besar disini. Aku bener-bener thankful bisa ditemukan/dikenalkan ke Indri, karena dia aku kenal Zumba dan karena Zumba, kenalanku jadi bertambah dan Bahasa Jerman juga bertambah baik karena aku harus berkomunikasi dengan murid/peserta Zumba yang datang.

Zumba Fitness itu senam yang sangat menyenangkan dan buat ketagihan, karena musik dan gerakannya juga beragam dan perasaan setelah kelas Zumba selesai adalah bahagia, meskipun menguras tenaga juga dan ijamin akan ketagihan deh 🙂

Kalau kalian ingin ikut kelas Zumba juga tapi nggak tahu dimana, tinggal cek website Zumba Fitness aja dan cari kelasnya disitu. Tapi ingat ya, kelas Zumba bikin ketagihan 😀

xoxo