Jerman,  Random

Blog Pertama

Hai, apa kabar? Ini adalah blog pertama aku. Aku bukan blogger profesional karena sedang memulai dan siapa tahu aku akan tetap rajin menulis di sela-sela waktuku sebagai ibu rumah tangga dan instruktur Zumba® Fitness.  Sebagai blogger yang masih baru tentunya aku butuh banyak masukan dan kritik dari kalian. Mungkin juga ada saran atau ide tentang apa yang harus aku tulis? Silahkan tulis di kolom komentar 🙂  Aku tinggal di Jerman sudah ada 10 tahun, dari tahun 2006. Ketika itu anak kami yang pertama baru menginjak umur 1,5 tahun. Sebelumnya aku tinggal di Semarang, Indonesia. Kemudian bertemu dengan suami, pacaran, menikah dan sampai akhrinya aku tinggal di Jerman. Jadi, ikut suami, ceritanya. Awal tahun tinggal disini pastinya tidak mudah. Banyak sekali rintangannya, terutama adalah bahasa. Meskipun dulu aku pernah kerja di perusahaan Jerman di Semarang, tapi kita jarang sekali memakai Bahasa Jerman. Karena atasan aku lebih memakai Bahasa Inggris. Tapi dengan atasanku yang paling tinggi aku harus menulis surat dengan Bahasa Jerman, kalau atasanku sedang tidak ada di tempat. Kembali ke kendala bahasa, setelah menikah aku sempat juga mengambil kursus Bahasa Jerman di Semarang. Tetapi dirumah kami masih berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Bahkan sampai aku tinggal di Jerman, aku masih menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan suami. Kira-kira ada sekitar 2 tahun lamanya kita menggunakan Bahasa Inggris. Tapi dengan berjalannya waktu, tanpa kita sadari, kita berkomunikasi dengan Bahasa Jerman dengan sendirinya. Tapi aku awal tinggal disini aku juga wajib mengikuti sekolah Bahasa Jerman sampai level A2, namanya.  Bahasa Jerman itu susah sekali tapi disisi lain mudah untuk spelling-nya. Karena pengejaan huruf-hurufnya hampir mirip dengan Bahasa Indonesia, hanya gramatiknya yang buat pusing kepala :)) Tapi karena aku rajin belajar (halah), dari ujian Bahasa Jerman dari A1, A2 dan B1 mendapatkan nilai 1 (kalau di Indonesia nilai “10”) Sebenarnya masih ada lanjutan level di sekolah Bahasa Jerman ini. Ada sampai level C2. Tapi karna waktu itu anak kami yang kedua lahir, yang mana sempat aku bawa ke tempat sekolah karna ingin lulus sertifikat level B2, aku harus berhenti. Ternyata konsentrasiku terbagi-bagi. Belum lagi harus mengurus yang lainnya. Jadi, aku memutuskan untuk berhenti di level B1.  Kembali ke awal tahun aku tinggal disini, selain kendala bahasa, budaya juga lain dengan Indonesia (tentunya). Apalagi orang-orang Jerman kalau kita belum kenal betul, mereka orangnya lebih serius. Bukannya tidak ramah, tapi mereka memang lebih serius dan lebih menarik diri dari orang baru. Kebanyakan dari mereka juga tidak pe-de untuk bicara dengan menggunakan Bahasa Inggris ke orang asing. Tentunya ada yang ramah, yang kalau berpapasan selalu say “hello”.  Lama-lama aku jadi terbiasa dengan budaya mereka dan aku juga sudah bisa cuek menghadapi situasi. Karena sebenarnya orang Jerman itu baik-baik dan ramah kalau kita sudah mengenalnya. Karena datang dari budaya yang ramah dan banyak senyum, aku selalu berusaha untuk menyapa orang dengan senyuman. Kalaupun mereka tidak membalas senyuman, aku selalu tetap berusaha ramah, meskipun kadang agak gondok juga *LOL* Oke, di blog-blog berikutnya aku akan mencoba banyak menulis tentang kehidupan disini dan tentang hal yang lain juga. Doakan aku rajin menulis ya 🙂

Xoxo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)